Syarat KUR BNI Syariah – Seperti yang anda ketahui bahwa hampir semua bank di Indonesia memiliki pelayanan produk pembiayaan atau pinjaman yang ditunjukkan kepada para nasabahnya. Nah bank BNI Syariah, menjadi salah satu penyedia pelayanan produk pembiayaan atau pinjaman.
Salah satu pinjaman yang banyak diminati oleh nasabah BNI Syariah adalah KUR. Pinjaman KUR atau yang sering disebut dengan Kredit Usaha Rakyat ini, memang diperuntukkan kepada nasabah BNI Syariah yang ingun mengembangkan usahanya.
KUR BNI ini mengharapkan kepada UMKM / pemilik usaha serta koperasi yang bergerak pada sektor usaha produktif seperti pertanian, perikanan, kelautan, pertenakan, restoran perindustrian, perhutanan, para jasa simpan pinjam, perdagangan, komunikasi, serta jasa-jasa lainnya. Selain itu, bagi para nasabah yang mengajukkan pinjaman KUR ini tidak perlu memikirkan agunan atau jaminan karena pinjaman KUR BNI Syariah akan diberikan kepada nasabah yang tidak memiliki agunan atau belum memiliki agunan yang cukup.
Keunggulan KUR BNI Syariah
KUR BNI Syariah menjadi solusi yang paling tepat bagi pemilik usaha yang ingin mengembangkan usahanya atau mencari modal investasi. Tidak hanya itu, pinjaman ini juga memiliki beberapa keunggulan yang bisa kalian simak pada artikel viralorchard.com berikut ini.
- Mengajukan KUR BNI Syariah memiliki beberapa persyaratan yang mudah dan telah sesuai dengan syariat islam
- Calon debitur/ debitur akan mendapatkan margin pinjaman yang ringan yakni hanya 6% pertahun atau margin anuitas/ flat yang setara
- Calon debitur/ debitur dapat melakukan pembayaran angsuran pinjaman KUR di seluruh cabang BNI Syariah maupun BNI Konvensional
- Calon debitur/ debitur bisa mendapatkan plafon pembiayaan hingga Rp. 500 Juta
- Calon debitur/ debitur bisa mendapatkan tenor pembiayaan hingga 60 bulan
- Calon debitur/ debitur bisa mendapatkan kesempatan program hadiah, seperti hadiah tabungan haji, hadiah sepeda lipat, hingga hadiah cashback tabungan BNI Syariah.
Tidak hanya beberapa keunggulan tersebut, untuk melakukan pengajuan KUR BNI Syariah calon debitur/ debitur haruslah mengikuti prinsip akad yang dimiliki pihak bank. Untuk prinsip akad yang dimiliki oleh bank BNI Syariah adalah akad Murabahah dan mudharabah/musyarakah.
Akad Murabahah merupakan perjanjian jual beli antara bank dengan nasabah. Dalam akad murabahah ini, bank syariah membeli barang yang diperlukan nasabah kemudian menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan di tambah dengan margin keuntungan yang disepakati antara bank syariah dengan nasabah.
Sedangkan untuk akad mudharabah/ musyarakah dapat diberikan dalam bentuk modal kerja untuk proyek atau usaha tertentu dengan menggunakan prinsip ini baik secara angsuran maupun lumpsum di akhir.
Syarat Pengajuan KUR BNI Syariah
Untuk pinjaman KUR BNI ini terdiri menjadi dua jenis yakni BNI KUR Mikro iB Hasanah serta BNI KUR Kecil iB Hasanah. Namun dari kedua jenis tersebut memiliki persyaratan pengajuan yang berbeda. Untuk mengetahui perbedaan dan syarat pengajuan KUR BNI Syariah silahkan simak di bawah ini.
1. BNI KUR Mikro iB Hasanah
Bagi anda yang beriminat ingin mengajukan BNI KUR Mikro iB Nasabah, maka harus mengetahui beberapa persyaratan program atau hal-hal apa saja yang bisa didapatkan melalui pinjaman tersebut.
Melalu pinjaman KUR ini nasabah Bank BNI Syariah bisa mendapatkan dana pinjaman hingga mencapai Rp. 50 Juta. Selain itu tersedia pula dua jenis pinjaman yang terdiri dari Kredit Modal Kerja (KMK) dengan maksimum masa pinjaman selama 3 tahun dan Kredit Investasi (KI) dengan maksimum pinjaman selama 5 tahun.
Menariknya lagi, pinjaman KUR Mikri iB Hasanah tidak dikenakan biaya adminstrasi dan biaya provisi. Sedangkan akad yang digunakan adalah akad Murabahah sehingga sesuai dengan syariah.
Margin pinjaman juga relatif kecil, hanya 6% per tahun. Alhasil pinjaman ini bisa menjadi solusi bagi anda yang mencari pinjaman uang tunai dengan bunga yang rendah dan syarat yang mudah. Lalu apa saja syarat pengajuan KUR BNI Syariah tersebut?
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi apabila ingin mengajukan pinjaman KUR BNI Syariah. Pertama anda harus terlebih dahulu menyiapkan beberapa persyaratan yang terdiri dari sebagai berikut.
- Fotocopy e-KTP pemohon pinjaman (Suami & Istri)
- Fotocopy KK (Kartu Keluarga)
- Fotocopy Surat Nikah atau Surat Cerai. Jika salah satu ada yang meninggal harus melampirkan surat keterangan meninggal suami atau istri
- Fotocopy rekening tabungan Bank BNI Syariah atau rekening koran
- Mengisi form pengajuan KUR BNI Syariah
- Fotocopy surat keterangan usaha yang dibuat di kelurahan ataupun instansi terkait lainnya.
Selain syarat pengajuan di atas masih ada beberapa syarat lainnya. Yang pertama adalah harus memiliki usaha produktif dan aktif minimal 6 bulan. Selain itu nasabah tidak boleh dalam kondisi menerima kredit perbankan, kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB dan Kartu Kredit
2. BNI KUR Kecil iB Hasanah
Apabila pinjaman KUR Mikro iB Hasanah tidak mencukupi, maka anda bisa mengajukan pinjaman KUR Kecil iB Hasanah. Pinjaman ini memiliki plafon lebih besar, yakni >Rp. 50 Juta – Rp. 500 Juta. Untuk bunganya sama saja seperti KUR Miro iB Hasanah, yakni 6% per tahun.
Meksipun bunganya sama, namun jangka waktu pinjaman ini sedikit lebih panjang. Nasabah bisa memilih tenor maksimum selama 48 bulan apabila dana digunakan untuk modal kerja. Sedangkan untuk investasi memiliki tenor hingga 60 bulan.
Agar bisa mengajukan pinjaman ini, nasabah BNI Syariah harus memiliki usaha aktif minimal 6 bulan. Selain itu nasabah tidak sedang tidak menerima kredit perbankan, kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB dan Kartu Kredit.
Jika telah memenuhi persyaratan di atas maka tinggal mengajukan pinjaman dengan melampirkan beberapa dokumen sebagai berikut.
- Fotocopy surat keterangan usaha
- Fotocopy kartu keluarga
- Fotocopy e-KPT suami dan instri pemohon
- Focopy surat nikah atau surat cerah dan sura keterangan meninggal apabila salah satu ada yang meninggal
- Fotocopy rekening tabungan Bank BNI Syariah atau rekening koran
- Mengisi form pengajuan kredit yang telah disediakan pihak Bank BNI Syariah
- Fotocopy NPWP karena nilai pinjaman di atas 50 Juta Rupiah
- Fotocopy agunan atau jaminan seperti Sertifikat Tanah dan BPKB.
Perbedaan antara KUR BNI Syariah dan KUR Bank BNI konvesional adalah dilengkapi akad Murabahah agar pinjaman sesuai hukum Syariah Islam.
Kesimpulan
Setelah mengetahui semua syarat yang dibutuhkan, selanjutnya tinggal mengajukan pinjaman ke kantor cabang BNI terdekat. Jangan lupa untuk memenuhi semua persyaratan di atas agar permohonan pinjaman dapat disetujui. Nah apabila masih ada pertanyaan silahkan hubungi BNI CALL 1500046 dan simak halaman FAQ di bawah ini.
Bank BNI Syariah tidak mengenakan bunga, namun menerapkan margin efektif 6% per tahun
Untuk KUR Mikro iB Hasanah memiliki maksimal pinjaman Rp. 50 Juta. Sedangkan untuk KUR Kecil iB Hasanah memiliki plafon pinjaman > Rp.50 Juta – Rp.500 Juta
Pinjaman ini menggunakan akad Murabahah sesuai dengan syariat islam.
Maksimal tenor pinjaman KUR BNI Syariah selama 60 bulan. Namun apabila digunakan untuk modal kerja memiliki tenor maksimum 36 bulan untuk KUR Mikro dan 48 bulan untuk KUR Kecil.
Biasanya memakan waktu maksimal 2 Minggu sampai dana cair dan masuk ke rekening. Namun bisa saja proses pengajuan pinjaman lebih cepat atau bahkan lebih lama.
NPWP hanya dibutuhkan untuk pinjaman di atas 50 Juta Rupiah.
Anda bisa menggunakan sertifikat tanah atau bpkb sesuai dengan nilai pinjaman.
Nah demikianlah informasi mengenai KUR ib Hasanah yang kami lansir dari bnisyariah.co.id. Semoga artikel di atas bermanfaat bagi nasabah BNI Syariah yang ingin mendapatkan pinjaman sesuai Syariah Islam. Simak pula artikel sebelumnya mengenai “Cara Mengaktifkan Shopee Pinjam” dan beragam artikel bermanfaat lainnya.